Pengakuan Josh Paul, Bungkamnya Pejabat AS Terhadap Isu Palestina

AMANPALESTIN.ID– Direktur Kongres dan Urusan Masyarakat untuk Biro Urusan Politik-Militer Luar Negeri, Josh Paul mengenang insiden yang terjadi kepada seorang anak Palestina. Ia mengugkapkan insiden tersebut ketika wawancara dengan Christiane Amanpour dari CNN, Senin (4/12).

Paul menjelaskan, sebuah badan amal bernama Defence of Children International menarik perhatian Departemen Luar Negeri atas “tuduhan yang dapat dipercaya” mengenai seorang anak Palestina (13) yang diperkosa di pusat penahanan Al-Mascobiyya, Al-Quds Barat. 

Namun, setelah menyampaikan tuduhan tersebut kepada rezim Israel, keesokannya Israel menyatakan sebagai teroris.

“Menyingkirkan komputer mereka dan menyatakannya sebagai entitas teroris,” ucap Paul.

Paul juga mengakui, para pejabat AS sengaja mengabaikan kejahatan perang Israel karena kebijakan dalam negeri dan secara aktif menekan pihak pihak oposisi untuk mendukung memberikan dukungan militer ke Israel.

“Menurut pendapat saya, Israel melakukan kejahatan perang dalam tindakannya di Gaza saat ini dan ini bukan hanya pendapat saya. Saya sebenarnya telah mendengar dari para pejabat di seluruh pemerintahan, termasuk pejabat terpilih di tingkat yang sangat senior yang memiliki pendapat yang sama. Namun tidak mau mengatakannya di depan umum,” kata Paul kepada AFP.

Paul akhirnya mengundurkan diri pada bulan Oktober. Pengunduran tersebut menimbulkan kontroversi karena ia mengakui kritik tehadap Israel serta menyoroti persepsi tersebut sebagai penghalang bagi para pejabat AS mengungkapkan pandangannya.

“kritik terhadap Israel sering dipandang sebagai hal yang ketiga dalam politik Amerika, khususnya di kongres,” tutupnya.

YAPI Media
Share this post:
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments