Miris! Warga Gaza Terpaksa Memakan Pakan Ternak karena Kelaparan

AMANPALESTIN.ID- Selama lebih dari 100 hari perang, hampir ratusan ribu warga Gaza yang berada di utara menghadapi kelaparan. Thawabteh mencatat bahwa lebih dari 400.000 warga Palestina hidup dalam kelaparan di provinsi utara Jalur Gaza. Ia mendesak pihak berwenang Mesir untuk mempercepat pembukaan Penyeberangan Rafah agar bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan bisa segera masuk.

Dilansir Quds (23/01), tanda-tanda kelaparan muncul ketika persediaan makanan kaleng menghilang peredarannya di pasar sejak agresi. Setelah itu, tepung terigu tidak ada hingga akhirnya mendorong warga Gaza menggunakan penggilingan jagung dan jelai yang diperuntukkan bagi pakan ternak.

Amal Shaaban, ayah dari lima orang anak mengungkapkan kesulitannya mendapatkan tepung. Akhirnya dia memutuskan untuk membeli tepung gandum utuh. Gandum tersebut menurut Amal memiliki kualitas yang buruk dan biasanya digunakan untuk pakan ternak.

“Saya tidak dapat menemukan tepung terigu. Jadi saya membeli 3 kilogram tepung terigu utuh yang terbuat dari ‘gandum yang sangat buruk’ yang awalnya ditujukan untuk pakan ternak,” jelas Amal.

Kondisi tersebut diperparah dengan kelangkaan stok beras hingga naik berkali-kali lipat dari harga biasa.

“Kami sudah lama makan nasi dan sekarang harga beras naik tiga kali lipat, serta kami tidak mampu lagi membelinya. Tepung jagung dan barley keduanya mahal dan rasanya tidak enak,” tambahnya

Senada dengan Amal, Abdul Rahim Al Jarbi juga mengeluh kesulitan mendapatkan bahan makanan bahkan ia juga sudah kebingungan mendapatkan uang untuk membeli tepung.

“Kami tidak lagi memahami apa pun. Kami berkeliaran siang dan malam mencari tepung yang cukup untuk satu hari dan kami tidak menemukannya. Kami tidak tahu harus makan apa. Satu pon (3 kilogram) tepung berharga antara 50 hingga 60 shekel (13 hingga 15 dolar) dan kami tidak tahu dari mana kami bisa mendapatkan semua uang ini untuk membeli makanan bagi anak-anak kami. Saya menghabiskan sisa uang saya untuk membeli pakan ternak dan sekarang saya tidak punya uang untuk membeli apa pun,” jelasnya.

YAPI Media
Share this post:
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments