Please Enable Your Javascript!

Whatsapp-Button
Berita / Press Release

Idul Kurban Simbol Kesalehan Keluarga

Rabu, 10 Juli 2019 oleh Muslik Nawita
Idul Kurban Simbol Kesalehan Keluarga

AMANPALESTIN.ID -- Idul kurban telah tiba. Hari raya ini disambut gegap gempita oleh seluruh umat Islam. Betapa tidak, momentum Idul Kurban atau Idul Adha ini berkaitan erat dengan ritual haji dan penyembelihan hewan kurban. Bagi umat Islam yang berkesempatan melaksanakan ibadah haji, tentu mereka berbahagia karena dapat melaksanakan rukun Islam yang kelima. Bagi umat Islam yang tahun ini belum dipanggil ke Tanah Suci dan dikaruniai keluasan rezeki untuk berkurban, Idul Adha adalah momentum untuk membahagiakan diri serta orang lain. Bagi umat Islam yang belum berkesempatan berkurban, Idul Adha akan disambut bahagia karena ada jatah daging kurban yang dikirim ke rumah masing-masing. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berbahagia di Idul Adha.

Idul Adha juga merupakan momentum mengukur kesalehan anggota keluarga kita. Betapa tidak, kisah turunnya perintah berkurban melibatkan seluruh anggota keluarga Nabi Ibrahim as. Perhatikan kisah dalam ayat berikut.

Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?” Ia menjawab: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami memanggilnya: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) ‘Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.’” Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman. (QS. Ash-Shaaffaat: 99-111)

Demikianlah kisah ayah dan anak saleh dalam melaksanakan perintah Tuhannya. Adapun Hajar, sebagai ibu saleh juga mempunyai peran penting dengan menaati suaminya dan mengusir setan yang terus menerus membujuknya untuk menghentikan yang akan dilakukan oleh Nabi Ibrahim kepada Ismail. Hajar dengan tegas menolak bujukan setan tersebut, bahkan melemparinya dengan batu kerikil.

Sebagaimana ibadah-ibadah lain yang harus dibiasakan sejak kecil, alangkah baiknya jika kita sudah mendidik bua hati kita untuk berkurban sedari dini. Salah satu caranya adalah dengan menyediakan satu celengan khusus untuk buah hati kita. Katakan kepadanya bahwa celengan tersebut harus diisi setiap hari dan pada Idul Kurban akan dibuka dan dibelikan hewan kurban atas namanya. Kalau jumlahnya belum mencukupi untuk membeli hewan kurban, kita bisa mengarahkan buah hati kita untuk bersedekah kurban.

Buah hati kita yang kritis dan cerdas itu pasti akan bertanya, “Apakah Sedekah Kurban itu?” Paling tidak ada enam hal yang dapat kita jelaskan mengenai Sedekah Kurban ini, yaitu:

  1. Sedekah Kurban ialah sedekah daging yang kita laksanakan pada Hari Raya Kurban. Dari segi dalil, dalilnya adalah dalil sedekah.
  2. Memang, Sedekah Kurban bukanlah ibadah kurban, tetapi ia dinilai sebagai sedekah wajib bila kita berikan kepada rakyat Palestina yang difatwakan wajib oleh para ulama untuk diberikan sedekah, zakat, dan lain-lain.
  3. Pernahkah Sedekah Kurban dilaksanakan oleh Rasulullah Saw.? Rasulullah Saw. sentiasa bersedekah dan ketika memasuki Hari Raya Kurban, baginda menunaikan ibadah kurban. Jika kita ingin mencontoh yang dilakukan oleh Rasulullah Saw., berkurban seekor kambing atau sapi secara utuh tentu lebih afdal. Namun jika kondisi finansial kita belum mencukupi, Sedekah Kurban yang nominalnya tidak dibatasi adalah pilihan yang tepat. Dana Sedekah Kurban tersebut akan dikumpulkan dan digabung untuk dibelikan kambing atau sapi dan diberikan kepada rakyat Palestina yang memang lebih membutuhkan.
  4. Allah Swt. senantiasa akan memberikan rahmat dan barakah-Nya yang luas kepada kita yang tahun ini menunaikan Sedekah Kurban.
  5. Tidak ada syarat khusus untuk Sedekah Kurban selain niat yang ikhlas untuk membantu atau membahagiakan saudara seiman kita di Palestina saat Hari Raya Kurban.

Jadi, mari kita jadikan momentum Idul Kurban untuk meningkatkan kesalehan keluarga. Tidak lupa, dalam kesempatan ini, saya atas nama Yayasan Aman Palestin-Indonesia mengucapkan selamat Idul Adha 1440 H. Semoga rangkaian ibadah yang kita laksanakan pada hari raya ini menjadi amalan yang akan melapangkan jalan kita menuju surga-Nya. Amin ya rabbal alamin.

Share With :