Seruan Bebaskan Tawanan Palestina dari Penjara Saudi

AMANPALESTIN.ID  - Gerakan Pembebasan Tawanan Al-Khudari yang ditahan di penjara Arab Saudi menyerukan pembebasan semua tahanan Palestina di Kerajaan tersebut, termasuk pembebasan Dr. Muhammad Al-Khudari.

Dalam sebuah pernyataan persnya yang dikutif Pusat Informasi Palestina pada Kamis (19/3) gerakan ini mengatakan, seruan ini dilakukan menyusul meningkatnya ancaman kesehatan terhadap para tawanan akibat penyebaran virus Corona disertai meningkatnya jumlah orang yang terinfeksi serta meninggal akibat virus ini di negara-negara di dunia. Kampanye menegaskan, kelangsungan hidup para tahanan Palestina di penjara Saudi saat ini terancam.
Ia juga menyerukan semua lembaga kemanusiaan dan hukum dunia untuk mengambil tindakan segera menyelamatkan dan membebaskan semua tahanan Palestina dari penjara Saudi. Sebelumnya, Konferensi Rakyat Palestina di luar negeri menyerukan untuk menghentikan upaya pemidanaan yang dilakukan Saudi terhadap puluhan tokoh Palestina dan Jordania.
Dalam rilis yang diterima Pusat Informasi Palestina, Kamis (12/3) konferensi menuntut dihentikannya tindakan buruk ini, dan membebaskan tokoh Palestina dan Jordania, serta memperbaiki citra mereka, terutama tokoh Palestina, Dr. Muhammad al-Khudri yang telah berusia 80 tahun lebih, serta menghapus kebijakan yang mencoreng persaudaraan dan sikap mulia bangsa Arab.
Konferensi mengecam langkah pidana yang dilakukan Saudi, yang seharusnya mendukung persoalan Palestina secara adil. Langkah pemidanaan ini bisa berdampak buruk bagi Palestina, umat Islam dan internasional.
Penangkapan dan pemidanaan ini bertentangan dengan konvensi dan kesepakatan di antara bangsa bersaudara, dan peran Saudi Arabia yang diharapkan untuk membantu Palestina, termasuk komitmen mereka mendukung perjuangan bangsa Palestina meraih kemerdekaan.
Konferensi Rakyat Palestina di luar negeri menegaskan, yang diharapkan dari bangsa Arab dan dunia Islam adalah menghormati para pejuang Palestina, dan memberikan ukungan kepada bangsa yang tengah menghadapi penjajahan keji, dan bukan emenjarakan mereka dengan tuduhan yang tidak jelas, terlebih dari sesama bangsa bersaudara. (Sumber: Melayu Palinfo)