Ancaman Menteri Israel Tak Membuat Takut Hamas

AMANPALESTIN.ID - Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas pada hari Selasa (13/8/2019) menganggap kecil ancaman yang dilontarkan seorang menteri Israel untuk membunuh para pemimpinnya dalam agresi yang akan dilancarkan Israel di Jalur Gaza di masa mendatang.

"Ancaman terhadap Hamas ini adalah bagian dari kampanye pemilu internal yang dilakukan oleh pendudukan penjajah Israel," kata Salah Bardawil, seorang anggota biro politik gerakan Hamas.

Komentar Bardawil tersebut disampaikan untuk menanggapi pernyataan yang dilontarkan Menteri Luar Negeri Israel Yisrael Katz, yang disiarkan oleh Radio Angkatan Darat Israel, yang isinya menyalahkan Hamas sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap setiap aksi serangan yang terjadi pada Israel.

Dalam pernyataannya, Katz menegaskan bahwa pemerintah Israel bekerja untuk mengurangi kekuatan gerakan Hamas dan menghilangkan ancaman terowongan, serta memperbaiki situasi keamanan.

Pemimpin Hamas ini mengatakan, “Ancaman penjajah Israel yang akan menarget para pemimpin Hamas dan perlawanan bukanlah hal baru, biasanya dilontarkan saat ada pemilu internal Israel yang disertai dengan pernyataan-pernyataan omong kosong.”

Dia melanjutkan, "Setiap pihak (di Israel) ingin membuktikan kepada publik sebagai yang terkuat melalui pernyataan ekstrem yang menarget rakyat Palestina dan perlawanan. Ini adalah satu-satunya barang dagangan mereka dalam pemilu  internal."

Dia menegaskan bahwa ancaman untuk menarget perlawanan, termasuk para pemimpin Hamas, tidak akan membuatnya takut atau menghambatnya untuk melanjutkan perjuangan yang sah. “Siapa yang ingin berjuang demi masa depan Palestina sepenuhnya sadar bahwa harganya akan sangat mahal, dan kami siap membayar semua harga untuk hak-hak kami," tegasnya melanjutkan.

Lebih jauh dia menambahkan, "Tentu saja kami tidak akan berada dalam kondisi menunggu. Agresi penjajah Israel pada rakyat Palestina tidak akan mudah seperti orang piknik. Mereka akan mendapatkan balasan yang sesuai."

Bardawil menyangsikan kemungkinan penjajah Israel melakukan perang melawan rakyat Palestina saat ini. Dia menjelaskan, "Yang tidak jelas adalah bahwa penjajah Israel memiliki kemampuan untuk membalikkan meja dan melanggar semua hukum internasional. Merlalui ancaman ini mereka ingin menenangkan arena internal mereka." ( Sumber : Melayu Palinfo )