Otoritas penjara Israel penuhi permintaan tahanan Palestina

AMANPALESTIN.ID - Komite Pemerhati para tahanan Palestina di penjara Israel, Senin (15/04/2019), menyebutkan bahwa pihaknya berhasil melakukan negosiasi dengan otoritas penjara Israel untuk menghentikan aksi mogok makan.

Pihak Israel menyetujui permintaan para tahanan yang telah melakukan mogok makan selama delapan hari.

Di antara poin yang disepakati oleh kedua pihak adalah pembongkaran alat jammer seluler yang dapat mengganggu kesehatan para tahanan dan menyebabkan kanker. Serta memberikan hak komunikasi bagi para tahanan dengan keluarga mereka.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Israel memasang telepon umum untuk para tahanan Palestina dalam penjara. Namun demikian, penggunaannya masih tetap di bawah pantauan pihak penjara.

Disebutkan terdapat 500 tahanan Palestina yang melakukan mogok makan memprotes buruknya pelayanan penjara terhadap warga Palestina. Mogok makan tersebut pertama kali berlangsung pada tanggal 8 April lalu.

Sejak awal tahun 2019, ketegangan di penjara Israel terus terjadi. Hal tersebut disebabkan oleh kebijakan pihak penjara Israel yang terus mengekang hak-hak warga Palestina.

Di antara permintaan yang diajukan oleh para tahanan, hak kunjungan khususnya keluarga mereka yang berasal dari Gaza. Serta pembongkaran perangkat jammer seluler yang dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan dan menyebabkan kanker.

Mereka juga meminta hak berkomunikasi dengan keluarga serta membebaskan para tahanan yang terkena hukuman isolasi.

Sesuai data resmi yang dikeluarkan Komite Pemerhati Para tahanan Palestina, jumlah warga Palestina yang mendekam di penjara Israel mencapai 5700 orang. Termasuk di antara mereka 48 perempuan, 230 anak-anak dan 500 tahanan administrasi. (Sumber: Suara Palestina)