Para Mantan Pejabat Eropa Teken Petisi Anti-AS Soal Konflik Palestina-Israel

AMANPALESTIN.ID - Para mantan pejabat Eropa mengkritik kebijakan “sepihak” Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam masalah konflik Palestina-Israel, dan menyerukan penolakan terhadap prakarsa Washington  jika tidak adil terhadap bangsa Palestina.

Kritikan itu dinyatakan dalam sebuah surat petisi yang diteken oleh dua mantan sekretaris Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), enam mantan perdana menteri, dan 25 mantan menteri juru bicara.

Surat itu berisi desakan kepada para pembuat keputusan Eropa agar menolak prakarsa damai AS jika tidak adil bagi Palestina, dan menyerukan solusi dua negara Palestina-Israel.

Surat itu dilayangkan kepada Perwakilan Tinggi Urusan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini dan pemerintah negara-negara Eropa serta surat kabar Inggris The Guardian yang telah memuatnya dalam sebuah artikel khusus.

“Sudah tiba waktunya bagi Eropa untuk mendukung standar mendasar kami untuk perdamaian di Israel dan Palestina,” bunyi surat itu.

Para penandatangan Petisi menyerukan kepada Eropa untuk “menolak rencana perdamaian yang tidak menciptakan negara Palestina bersama Israel di mana Yerusalem (al-Quds/Baitul Maqdis) adalah ibu kota bersama kedua negara.”

Pada pertengahan Februari lalu penasihat perdamaian Timur Tengah Presiden AS, Jared Kushner, mengumumkan bahwa Washington akan mempresentasikan rencana perdamaian antara Palestina-Israel setelah pemilihan parlemen Israel, dan  “kedua pihak Palestina dan Israel harus membuat konsesi.”

Surat para mantan petinggi Eropa itu mengecam “unilateralisme di Yerusalem”.

“Sayangnya, pemerintahan AS sekarang menjauh dari dasar-dasar kebijakan AS sebelumnya,” ungkap surat itu dalam mengkritik pengakuan Trump atas Yerussalem.

Para penandatangan Petisi antara lain mantan perdana menteri Perancis, Swedia, Polandia, Italia, Belgia, dan Romania yang masing-masing adalah Jean-Marc Ayrault, Carl Bildt, W?odzimierz Cimoszewicz, Massimo D’alema, Guy Verhofstadt dan Dacian Ciolo?.

Selain itu, ada pula mantan sekjen NATO Willy Willy Claes dan Javier Solana, serta mantan presiden Irlandia Mary Robinson, mantan menteri luar negeri Inggris David Miliband dan Jack Straw.

Sementara itu, Liga Arab mengumumkan pihaknya akan menyelenggaran pertemuan darurat para menteri luar negeri Arab pada hari Ahad mendatang (21/4/2019), di Kairo, Mesir, untuk membahas perkembangan terbaru dalam masalah Palestina, menurut Kantor Berita Palestina, Wafa(mm/raialyoum) (Sumber: Liputan Islam)