Pasukan Israel Tangkap 569 Warga Palestina Selama Februari

AMANPALESTIN.ID - Organisasi hak asasi manusia yang konsen menangani para tawanan Palestina memantau ada sekitar 569 warga Palestina yang ditangkap pasukan penjajah Israel selama bulan Februari 2019, termasuk 78 anak-anak dan 13 perempuan.

Menurut laporan bersama-lembaga HAM pada hari Rabu (13/3/2019), sebanyak 229 penangkapan terjadi di al-Quds, 73 di Ramallah dan al-Bireh, 60 di Hebron dan 54 di Jenin.

Sementara itu sebanyak 44 warga Palestina ditangkap pasukan penjajah Israel dari Betlehem, 38 dari Nablus, 15 dari Tulkarem, 15 di Qalqilya, 9 dari Tubas, 5 dari Salfit dan 10 dari Jericho. Selebihnya, 17 warga sipil Palestina ditangkap pasukan penjajah Israel dari Jalur Gaza.

Lembaga-lembaga HAM ini menjelaskan bahwa sebanyak 170 warga ditangkap pasukan penjajah Israel karena latar belakang pembukaan mushala Gerbang Ar-Rahmah pada 20-28 Februari. Sebagian besar telah dibebaskan dengan syarat.

Penjajah Israel mengeluarkan lebih dari 130 perintah deportasi dari Masjid Al-Aqsha terhadap warga al-Quds, termasuk tokoh-tokoh agama. Dengan rentang waktu beragam hingga enam bulan.

Lembaga-lembaga HAM Palestina ini mengatakan, "Jumlah tawanan Palestina yang mendekam di penjara-penjara penjajah, hingga akhir Februari telah mencapai sekitar 5.700 tawanan. Termasuk 48 wanita dan 230 anak-anak. Sedang jumlah tahanan administratif (tanpa tuduhan, proses hukum dan bisa diperpanjang sekendak penjajah Israel) mencapai 500 tahanan.

Pada bulan Februari, otoritas penjajah Israel mengeluarkan 87 perintah penahanan administratif terhadap para tahanan, 37 di antaranya perintah penahanan baru. (Sumber: Melayu Palinfo)